![]() |
| Lk Fisip Pontianak Jilid 2 (Dok. 7/8/23) |
Bicara tentang hubungan antara individu dan masyarakat. Hubungan ini perlu digarisbawahi untuk menjelaskan adanya saling ketergantungan dengan orang lain (simbiosis mutualisme). Kondisi masyarakat menjadi contoh untuk membuat rencana guna mencapai apa yang diinginkan.
Adanya nilai kebebasan memilih masyarakat yang terkadang menimbulkan gesekan atau anarki. Sebagai komunitas yang saling terhubung satu sama lain. Jadi, ada hak-hak pribadi yang harus diperhatikan demi kebersamaan. Disitulah proses terbentuknya konsep saling membutuhkan yaitu manusia yang adil.
Itu saja tidak cukup, Masyarakat harus dibekali ilmu yang mendalam. Mengapa demikian, terciptanya interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi hak setiap orang. Kesadaran dalam diri individu yang menjadi kekuatan untuk menghargai kemandirian orang lain dalam bentuk Reward atau nilai.
Karena Masyarakat tidak lepas dari Negara. Negara menjadi titik koordinat untuk melancarkan proses keadilan sosial. Keberadaan negara menjadikan wadah bagi aturan-aturan tentang keadilan agar selalu objektif.
Negara harus menjadi pionir untuk selalu menjaga stabilitas keadilan sosial dalam kerangka demokrasi. Terkait Demokrasi jangan lari dari pemimpinnya. Pemimpin yang baik menjalankan roda kepemimpinan dengan Demokrasi sebagai bentuk akuntabilitasnya.
Individu mempunyai keinginan tersendiri untuk mendapatkan apa yang diinginkannya (personal interest). Proses kehidupan yang berlangsung tidak lepas dari kebutuhan. Namun, terkadang Hasrat (Nafsu) yang begitu kuat membuat kita lupa akan keadilan. Kepentingan individu mempunyai nilai universal sebagai makhluk sosial.
Hidup dalam lingkungan yang adil menciptakan titik temu antara si miskin dan si kaya. Cara menyikapi (kepemilikan pribadi) dan Humanisme harus sejalan dengan pemahaman masyarakat. Diferensiasi seperti ini terkadang menjadi rumit dan rumit.
Diantara hubungan kemasyarakatan terdapat perbedaan harta benda, kemampuan fisik dan ekonomi. Keadilan sosial harus menjadi mesin untuk mencapai keadilan ekonomi yang setara. Pemerintah menjadi titik sentral koordinasi untuk menjalankan tugas demokrasi.
Penilaian individu dan masyarakat selalu digabungkan untuk menghindari permasalahan ekonomi yang merajalela. Sensitivitas sosial dan hak-hak universal sebagai suatu masyarakat bekerja sama untuk saling melengkapi.
Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk berlaku adil, berbuat baik, dan memberikan pertolongan kepada sanak saudara. Dia (juga) mengharamkan kekejian, kefasikan, dan permusuhan. Dia memberimu pelajaran yang akan selalu kamu ingat. (An-nahl.90)
Semoga bermanfaat
Billahi Taufik Wal Hidayah
Penulis : Suhediks (Instruktur Pontianak)

