masukkan script iklan disini
![]() |
| Suhedi Kalbar |
Indonesia negara yang memiliki adat istiadat serta kebudayaan yang kaya. Perbedaan antara golongan masyarakat Indonesia menjadikan bangsa Indonesia negara yang pluralis tanpa mendokotomi bahkan mengkerdilkan yang kecil. Semboyan Pancasila sebagai fondasi sang bumi Pertiwi menjadikan bangsa Indonesia menjadi negara yang mencontohkan dipublik internasional bahwa perbedaan bukan pemecambelah kehidupan manusia melainkan khitah keberlangsungan kehidupan dunia.
Toleransi inilah menjadikan bangsa Indonesia bernilai seperti mutiara yang indah dan mahal di mata dunia. Nilai tukar keberagaman dan keistimewaan dari negara yang dijuluki sebagai Nusantara inilah lahir sebuah uswah dan islah peradaban dunia. Apakah kita akan diam sebagai anak bangsa? Atau tunduk dengan perdebatan tentang saling caci, saling buli bahkan nyawa dinilai sebagai harga pasar yang bisa di perjual beli. Naas, apabila hal tersebut menjadi tradisi absure tak pantas dipertahankan.
Saling mencaci antara lain seakan menjadi paling baik bahkan sesama manusia yang memiliki akal dan perasaan. Manusia diberikan akal untuk digunakan untuk mengukur dan emosional dalam bersosial. Langkah ini sesuai perkataan ilmuan barat pada masanya yang kita kenal filsafat sokrates dan dilanjutkan muridnya bernama plato. Menurutnya, 'kenalilah dirimu'. Mereka memberikan tahu bahwa bijaksana menjadi manusia yang lebih baik.
Persatuan Indonesia menjadi kepalan tangan Indonesia negara maju. Bukan karena teknologi atau kekayaan alam tetapi maju SDM yang mengedepankan nilai-nilai berbangsa dan bernegara yang baik tanpa saling tunjuk-menunjukkan siapa yang paling benar dan salah. Mari, kita jemput kembali dimana saat Indonesia merdeka dengan semangat persatuan dan kesatuan "bhinneka tunggal Ika" mengusir para penjajah.
Indonesia bangsa yang beradab menjadi kekayaan masyarakat Indonesia. Sultan Shahril dalam bukunya "perjuangan-perjuangan kita". Menegaskan Indonesia yang negara yang terbuka dan penuh kasih sayang. Maka kurang elok rasanya saling merangkul sesama untuk menjaga kekayaan yang tanpa kita sadari.
Di momen hari santri 2025 penulis ingin menyampaikan bahwa perbedaan bukan sebuah pembawa perpecahan melainkan adalah Rahmat dari Tuhan yang perlu disyukuri dengan bingkai persatuan. Jangan lupakan sejarah Indonesia bukan negara pecundang, Indonesia ialah negara penuh semangat persatuan dan kesatuan.
Sesuai tema HSN 2025 "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia". Bangga Jadi Santri, Selamat Hari Santri Nasional 2025. Dari balik dinding pesantren santri tetap semangat jaga Indonesia.
KUBU RAYA, 22 Oktober 2025
#HariSantri2025
#BanggaJadiSantri
#IndonesiaKaya
#SemangatPersatuan

